Feeds:
Pos
Komentar

Died Line

Hanya ku tak bisa mengerti
apa yang ku alami seperti mimpi
Hanya ku tak bisa pahami
semuanya tlah terjadi tanpa permisi
Hanya ku tak bisa berlari
namun jalan di tempat bukan pilihan hati
Ku tak bisa percaya
semua berjalan apa adanya
Begitupun juga lambat usia yang begitu cepat dirasa
Bertambahnya usia,
Barkurangnya kita hidup di dunia
Jika memang waktunya telah tiba,
Ku ingin kaulah orang pertama yang menangis untukku sobat!
Bukan tangisan berduka,
Tapi tangisan bahagia
karena kau pernah memilikiku sekali dalam dunia
Terimakasih Sob . . .

Iklan

Ketika Cinta Bertasbih

Ketika hati mulai ragu
Ketika jantung mulai was-was
Ketika dada mulai bergetar . .
Cinta itu menghampiri
Merajut butir cinta dalam setiap tangan-Nya
Ketika cinta berkumandang
Ketika Cinta Bertasbih . . .

Adikku Sayang, Adikku Malang

Ini hanya sepenggaL kisah
Tentang adikku yang maLang
Tentang adikku yang ku sayang
Ini hanyaLah seutas cerita penuh maLang penuh sayang
Tentang adikku yang malang
Tentang adikku sayang
Dan ini hanyaLah kabar gembira
Untuk adikku yang maLang
Untuk adikku yang ku sayang
SiLahkan lakukan apa yang kau mau
SiLahkan ambil yang terbaik kalau memang ituLah jaLan terbaik
Tapi SATU PINTAKU_
Jangan pernah kau torehkan sesaL atas apa yang kau putuskan hari ini
Karena masa depanmu bergantung pada apa yang kau lakukan hari ini
TeLah habis kata tuk membuatmu sadar akan haL ini
Bahwa dunia tak hanya sebatas kutub utara dan seLatan
Jadi tetapLah kejar mimpimu
Dengan caramu sendiri, adikku.

T.T

Masa Depan

Malam emang eLok
Coba saja kau pandang lazuardi di atas sana
Tertuang pada satu titik nan menawan

Ku liat bulan tampak sumringah
Menyaksikan perjuangan anak manusia yang sedang gundah menentukan arah

Bulan itu tau mana yang harus kita tuju
Tidakkah kau bertanya pada sang rembulan??

huh_ hidup memang tak selalu seperti apa yang dimau
Kadang juga meleset jauh dari apa yang sudah kita perkirakan

‘sabar’, tak bosan-bosannya aku reguk kata itu
Sampai dada ini sesak
Aku tak mampu lagi berdiri
Semuanya terasa semu
Tiada yang pasti dan tak ada yang abadi

Rasa_

KerLing mata
Ku biarkan menghiasi pandangan matamu
Tak ku sapu, biar kau tau
Disini ku selalu mengasihimu, merindukanmu dan membutuhkanmu

Tapi kau bungkam seribu bahasa
Kau hanya diam dengan omong kosongmu
Tak pernah kau berpikir sedikitpun tentang aku

Sampai sembab mata,
Tak kunjung kau beranjak dan menghampiriku
Sampai mengering puLa darah ini berpuaLam dan membusuk oLeh tajamnya matamu
menusuk hatiku
Menelisik lara menghujam jantungku
Dan membunuh anganku, dengan kau berpaling dariku . . .

Wahai sahabat. . .
Tak sadarkah engkau dengan rasaku ? ? ?

Cacat Hati

Sangat ku kagumi mentari,
Sinar yang dapat mencairkan kebekuan,
Menghangatkan dikala hati kedinginan,
Sangat mempesona ketika itu.

Apakah kau tau?

Dulu bagiku kaulah mentari itu,
Sampai berharap sinar kebahagiaan darimu.
Tapi apa dayaku,
Ternyata kau kesenangan mengobral sinarmu.

Apakah kau tau?

Kadang sesuatu yang berlebihan itu menyakitkan,
Seperti halnya yang terjadi padaku,
Kini yang kau beri begitu menyengat kulit hati,
Perih! Sangat perih ketika semuanya mengelupas.

Cacat. Cacatlah sudah hati ini,
mati sudah segala rasa yang bersemayam di hati.
Kini. Haruskah ku benci mentari itu?

AKU

Aku memang tak bisa menjadi seperti apa yang kau ingikan.
Aku juga tak memaksa dirimu untuk seLaLu suka dengan apa yang aku Lakukan.

Aku adaLah aku!

biLa aku diam tak mempeduLikanmu,
itu bukan aku,
meLainkan perih yang kau t0rehkan.
biLa aku sedang membicarakan semua yang kau Lakukan,
itu bukan aku, juga bukan kebanggaanku berteman denganmu,
meLainkan hati yang terus kau sakiti sampai tak kuat diri ini menahannya.
Aku_s0bat yang kau biarkan tersendiri daLam kebimbangan.
Aku_s0bat yang kau tinggaLkan daLam kegeLapan yang tak ku tau arah.
Tapi biarLah,
Aku hanya berusaha untuk jadi kawan yang baik.